Fakta Seputar Yahudi Yang Harus Diketahui

Ketua Hadassah Indonesia Monique Rijkers yang dimana dirinya membeberkan sejumlah fakta yang menarik terkait dengan agama agama Yahudi, yang dimana agama ini sendiri adalah sebuah agama yang kerap disalahpahami oleh banyak orang. Agama Yahudi sendiri ternyata faktanya adalah yang dipahaminya menjadi penting untuk dapat disosialisasikan, mengingat Yahudi dan juga Israel adalah kedua topik yang dimana tidak pernah tuntas untuk dibahas di Tanah Air. Dimana pernah dilakukannya sebuah riset yang dimana menunjukan jika Yahudi atau juga Israel yang dimana menjadi salah satu topik yang selalu hangat dibicarakan di Indonesia, meski tidak selalu menjadi trending nomor satu.

Fakta Seputar Yahudi Yang Harus Diketahui

Kita yang dimana bisa lihat tentang isu Yahudi dan juga Israel yang dimana bisa menggerakkan orang untuk dapat berbondong-bondong datang ke Monas. Di Indonesia agen sbobet88 ini dimana ada dua kata yang sangat sensitif. Sebagai upaya yang dilakukan untuk dapat mengedukasi tentang sebuah masyarakat dan juga meluruskan tentang pemahaman yang tidak benar terkait dengan dua topik di atas, Monique yang dimana mendirikan tentang Hadassah Indonesia, sebagai sebuah sarana yang dilakukan untuk dapat menyebarkan sebuah toleransi di tengah pemberitaan yang kadang tidak dapat berimbang. Hadassah Indonesia adalah sebuah organisasi yang ada di Indonesia.

Dimana organisasi ini sendiri adalah sebuah organisasi yang mengedukasi tentang keberagaman, khususnya yang terkait dengan Yahudi dan Israel. Dimana pernah menjadi seorang jurnalis di sejumlah media yang ada beberapa tahun lalu. Ternyata ada beberapa hal yang berbeda tentang yang diberitakan tentang Israel dan juga ketika melihat langsung. Dimana Organisasi ini didirikan untuk menyediakan tentang sebuah pemikiran yang berimbang sekaligus juga memberikan sebuah pemahaman kepada masyarakat yang ada mengenai tentang Yahudi. Lantas apa sajakah fakta penting yang ada tentang ajaran Yahudi ? Dalam artikel ini akan dibahas beberapa fakta yang ada tentang agama Yahudi yang masih jarang diketahui. 

Tidak Sembarang Orang Bisa Menjadi Yahudi

Untuk fakta pertama, dimana ternyata seorang wanita kelahiran Makassar yang mengatakan  bahwa agama Yahudi bukan sebuah agama yang dapat dipeluk oleh sembarang orang. Hanya mereka yang dimana memang memiliki sebuah keturunan Bani Israel yang dapat dan juga yang bisa memeluk agama ini. Agama Yahudi ini, yang dimana bukan sebuah agama syiar, kalau bahasa di Kristen yang berarti misionaris. Artinya, agama ini yang dimana tidak ada yang bisa memeluk Yahudi kecuali adalah orang-orang keturunannya. Oleh sebab itu, Muslim di Indonesia ataupun juga penganut agama lain yang dimana tidak akan perlu khawatir dengan keberadaan Yahudi ini harusnya. 

Yahudi Telah Dijamin Menjadi Kaum Minoritas

Alumni Fakultas Biologi dari Universitas Kristen Salatiga yang dimana menyebutkan, keberadaan kaum Yahudi sendiri yaitu sebagai minoritas merupakan sebuah janji Tuhan sebagaimana yang termaktub di dalam firman-Nya. Karena dimanapun kita berada, kita yang pastinya menemukan Yahudi, tapi dimana jumlah dari anggotanya yang tidak besar. Karena memang demikian tentang prediksi Tuhan.

Dimana diperkirakan jika penganut dari agama Yahudi yang ada di dunia ini yang dimana hanya 18 juta jiwa dengan sebuah mayoritas yang biasanya akan tinggal di Yerusalem dan juga tinggal di New York. Dimana meskipun di dalam agama mereka yang melarang penggunaan dari obat KB, tetap saja jumlah mereka yang akan tetap menjadi sebuah kaum minoritas. Mungkin ini juga yang menjadikan standar minimal umat Yahudi ketika beribadah yaitu adalah 10. Jika islam sendiri untuk sholat jumat dimana minimal 40 orang. 

Kepercayaan Akan Tanah yang Dijanjikan

Mengutip dengan pengg sabda Tuhan yang ada di dalam Yehezkiel 37:21. Menurut ayat tersebut, dimana Tuhan yang telah menjanjikan kepada kaum Yahudi untuk kembali ke sebuah ‘tanah yang dijanjikan’, dalam hal ini dimana adalah Israel,  yang setelah mereka dipaksa menjadi diaspora ke berbagai negeri  yang ada pasca-Perang Dunia. Dimana penganut Yahudi yang memiliki sebuah kewajiban untuk sebuah Aliyah yaitu sebuah kewajiban untuk kembali ke sebuah tanah yang telah dijanjikan. Dimana hal ini kemudian dikenal dalam bahasa politiknya dan dikenal dengan sebutan Zionisme. Namun dimana perlu di ingat, Aliyah yang dimana hanya wajib bagi mereka saja yang memeluk agama Yahudi. Dimana bagi beberapa orang yang memang keturunan Yahudi, dimana tidak berkewajiban untuk melakukan Aliyah. 

Isu pembangunan kembali Kuil Salomo bukan kebijakan Pemerintah 

Beberapa saat lalu, dimana sempat beredar tentang kabar jika kaum Yahudi yang berada di Israel telah menyiapkan sebuah rencana khusus untuk kembali membangun sebuah tempat ibadah yang megah di atas sebuah puing-puing Kuil Solomon. Terkait hal itu, namun justru mempertanyakan siapakah yang nantinya akan layak menjadi Rabbi? Di Yahudi sendiri dimana tidak sembarangan klan atau marga yang dapat menjadi Rabbi, Itupun mereka yang harus menikah dengan klan yang sama dan banyak sekali aturan-aturan yang ada di dalamnya.

Kendati, miniatur dari Kuil Solomon yang kemudian didirikan ulang telah menyebar di dunia maya, nyatanya pemerintah Israel yang dimana tidak merencanakan untuk dapat membangun ulang (Kuil Solomon), karena memang hal tersebut adalah perintah dari Tuhan. Sedangkan Tuhan yang dimana tidak memerintahkan agar membangun kuil yang ada untuk yang ketiga kalinya. Karenanya tentang isu pembangunan kembali itu tentunya suatu hal yang dimainkan oleh segelintir kelompok atau juga segelintir yayasan yang tentunya punya kepentingan.

Yahudi Mempunyai Kewajiban Memberi Manfaat bagi Lingkungan 

Layaknya dengan agama yang ada pada umumnya, Yahudi sendiri yang dimana merupakan sebuah agama yang  memiliki sebuah kewajiban Tikkun Olam atau sebuah kewajiban untuk dapat memperbaiki bumi. Dalam hal ini, dimanapun kaum Yahudi nantinya hidup, mereka yang dimana nantinya harus memberikan manfaat yang besar bagi dirinya dan juga lingkungan sekitarnya. Segala aktivitas mereka yang dimana tentunya harus untuk meningkatkan sebuah kualitas kehidupan dan juga membawa dampak positif untuk dunia.

Ini yang nantinya akan menjadi sebuah kontribusi yang untuk orang Yahudi yang ada di berbagai belahan dunia. Dimana kewajiban dalam agama Yahudi sendiri yang ternyata tidak jauh berbeda dengan yang ada di Islam. Seperti sebuah larangan untuk tidak menyantap babi, berbuat zina dan mereka yang juga harus beribadah tidak waktu dalam sehari. Dijana ada beberapa orang Yahudi yang percaya jika sesungguhnya Islam dan Yahudi dua agama yang menyembah tuhan yang sama iaitu Allah.

Umat Yahudi mendukung Zionisme?

Kekeliruan selanjutnya yaitu adalah dimana menganggap tentang semua umat Yahudi adalah orang-orang yang mendukung Zionisme. Dengan kata lain Yahudi adalah Zionis sekaligus. Ini jelas sebuah anggapan yang kekeliruan dan juga sangat fatal. Zionisme yaitu adalah sebuah gerakan yang ada tentang nasionalis-politik yang dimana biasanya gerakan tersebut akan digerakkan oleh sejumlah tokoh Yahudi yang nantinya akan mendukung gagasan pendirian kembalis sebuah  kawasan atau negara khusus untuk masyarakat Yahudi yang ada di “Tanah Israel” (yaitu Palestina). 

Itulah beberapa fakta menarik tentang Agama Yahudi. Yahudi yang kita ketahui ternyata beberapa di antaranya tidak seperti yang kita pikirkan selama ini. Masih ada beberapa hal yang tentunya tidak terlalu bertentangan dengan kita, hanya saja anggapan tentang Yahudi yang sudah lama berkembang tentunya tidak dapat diubah dengan mudah. Pada dasarnya semua agama mengajarkan sebuah kebaikan.

Fakta tentang agama dan ilmu pengetahuan 

Perdebatan antara sains dan juga tentang agama, yang dimana secara sederhana sendiri adalah sebuah perdebatan yang ada antara pemikiran yang dijalankan berdasarkan dengan fakta dan juga dengan menggunakan keimanan, yang sudah sangat mendarah daging. Biasanya keduanya akan bertentangan dan juga tidak akan saling menjelaskan. Namun hal ini yang dimana ternyata bisa dijelaskan juga dengan menggunakan Sains. Karena dimana menurut sebuah penelitian terbaru yang sudah dipublikasikan di dalam jurnal PLOS One, konflik ini sendiri yang dimana sebuah konflik yang berakar dari sebuah struktur otak kita.

Fakta tentang agama dan ilmu pengetahuan 

Para ilmuwan sendiri yang dimana menemukan sebuah hal ini melalui sebuah penelitian yang dilakukan secara mendalam tentang mengapa seseorang nantinya menggunakan sebuah penalaran dan juga analitis, yang dimana punya sebuah asosiasi ke sains, serta sebuah alasan tentang sebuah moralitas, yang sangat erat hubungannya dengan sebuah keimanan atau juga sebuah agama. Sains dan agama adalah dua hal yang tidak bisa di satukan dan kedua hal tersebut sangat bertentangan. Dunia sains sendiri yang dijana menyebarkan agama dengan beberapa fakta, untuk agama sendiri adalah sebuah hal yang dipercayai dan juga diimani oleh manusia. Namun, tak ada salahnya jika kita mengetahui tentang fakta apa saja pertentangan yang mendarah daging tentang sains dan juga agama. Berikut ini akan dibahas beberapa fakta pertentangan sains dan juga agama. 

Otak memiliki jaringan yang sifatnya bertentangan

Dari sebuah studi yang dimana telah dilakukan, dapat ditunjukkan bahwa otak yang dimana memiliki sebuah ‘jaringan analitis’ yang dimana jaringan ini sendiri adalah sebuah jaringan yang digunakan untuk berpikir dan menggunakan pemikiran secara kritis. Serta sebuah dari ‘jaringan sosial’ yang dimana menjadikan otak anda nantinya bisa lebih berempati dan juga lebih tertarik ke sebuah alasan moral ketimbang dengan sebuah penalaran. Menurut peneliti, kedua jaringan ini sifatnya  berlawanan, karena setiap orang yang nantinya akan memiliki salah satu jaringan tersebut yang mana lebih aktif ketimbang dengan lainnya. Bagaimana hal ini  yang terjadi ? Dari sebuah pengalaman.

Pengalaman yang menentukan Anda berada di ‘pihak’ mana

Menurut sebuah peneliti, dimana hal ini tentunya juga berlawanannya kedua jaringan ini yang dimana menjadi suatu hal yang sangat erat kaitannya dengan sebuah pengalaman seseorang. Jika seseorang yang dimana lebih banyak mengalami sebuah pengalaman yang sangat erat dengan keimanan atau juga sebuah kegiatan supranatural, secara otomatis otak yang nantinya juga akan menekan sebuah kinerja ‘jaringan analitis,’ sehingga otak kita yang nantinya tak akan berpikir secara kritis. Hal ini yang dimana nantinya menjelaskan mengapa orang yang percaya dengan agama, tak terlalu tertarik terhadap sebuah dunia sains dan hal-hal yang dimana para ilmuwan coba untuk tuliskan dan ‘nalarkan.’

Menurut filsuf, kebenaran memang ada dua

Penemuan ini menjadi salah satu penemuan yang senada dengan sebuah pemikiran seorang tentang filosofis asal Jerman yakni Immanuel Kant. Kant yang dimana menganggap ada dua buah kebenaran yang ada, yakni sebuah kebenaran empiris dan juga sebuah kebenaran secara moral. Kant yang dimana membedakan antara alasan teoritis yang berhubungan dengan sebuah sains, serta juga dengan sebuah alasan praktis yang berhubungan erat dengan moral. Seperti yang juga diungkapkan oleh Dr. Tony Jack, kepala peneliti yang juga sekaligus Profesor filosofi dan juga neuroscience. Kant yang dimana dirinya menunjukkan bahwa dua tipe pemikiran ini, yang dimana keduanya sendiri dapat saling bertentangan.

Dan dimana hal ini sendiri adalah hal yang sama dengan hal apa yang kita bisa lihat di otak yang kita rasakan. Sehingga, konflik ini yang dimana menjadi salah satu hal yang akan berakar dari otak anda sendiri. Jadi, konflik ini sebenarnya sebuah konflik yang dimana tak benar-benar nyata, namun lebih kepada otak kita yang dapat membingkai konteks hingga mempunyai sebuah perbedaan yang cukup dapat mendasar bagi orang lain. Jika kita nantinya menganut dengan teguh apa yang sudah kita percaya, tentunya tak perlu menyalahkan tentang semua pemikiran orang lain, dan orang lain juga yang dimana tak berhak mengatakan tentang pemikiran kita salah.

Setiap orang memilih satu pemikiran

Dikarenakan dua buah ‘komponen’ otak yang dimana nantinya juga akan saling menekan, setiap orang yang dimana nantinya juga akan memilih satu pemikiran daripada yang lainnya. Jadi nantinya di dunia sendiri akan ada dua tipe orang, yakni yang akan dipercaya sains dengan segala sesuatu yang ada dan dapat dinalar, atau orang yang percaya tentang sebuah keimanan. Hal inilah yang kemudian pada akhirnya menjadi salah satu sesuatu yang dapat memicu konflik yang ada antara sains dan juga antara agama. Metodologi studi ini adalah sebuah hal yang dapat dilakukan Profesor Jack dan juga sebuah tim untuk dapat membuat delapan kali eksperimen dengan cara melibatkan 527 orang dewasa.

Dalam eksperimen yang pertama, partisipan yang dimana nantinya akan diwajibkan untuk dapat mengisi sebuah kuesioner yang nantinya akan dapat mengukur sebuah tingkat pemikiran yang kritis dan juga yang menjadi salah satu yang mekanikal, yang keduanya menjadi sebuah hal yang dapat mengukur tingkat pemikiran nalar yang ada secara analitis. Hasil dari kuisioner ini yang dimana diketahui menjadi salah satu hal yang juga sangat akurat, di mana seseorang yang nantinya akan percaya terhadap sebuah keimanan dan juga terhadap agama, mereka yang bisanya akan lebih berpikir secara moral ketimbang dengan analitis. Namun hal ini juga menunjukan bahwa cara berpikir yang satu tidak lebih baik daripada yang lain. Cara berpikir seseorang yang dimana muncul berdasarkan dengan masalah tertentu yang pernah dihadapi oleh seseorang.

Ilmuwan, Sains, dan Iman

Tentunya kita semua berharap akan ada semakin banyak tentang penerbit-penerbit Indonesia yang dimana mau menerbitkan buku-buku sains populer dan juga menjadi sebuah tren yang lekas ditiru oleh ilmuwan-ilmuwan yang ada di Indonesia. Namun, persoalan klasik yang dimana menjadi salah satu cara mengenai tentang buruknya sebuah kualitas menulis ilmuwan-ilmuwan Indonesia, terlebih dengan sebuah gaya bahasa publik, rasanya hal tersebut yang dimana membutuhkan sebuah waktu tunggu yang cukup lama. Dimana beberapa orang percaya dan juga berharap setidaknya ada beberapa buku-buku yang bertema biologi atau juga antropologi dengan konten lokal yang ditulis dengan bagus dan juga secara populer, karena keduanya sebagian potensi aset  tentang keilmuan khas Indonesia yang tentunya layak dipopulerkan. Dimana beberapa orang percaya, bahwa pemahaman mendalam akan sains adalah sebuah jawaban dari tersendatnya Indonesia dalam berbagai bidang. Sains bukanlah barang haram yang dimana harus dijauhi dari sebuah daftar menu asupan gizi yang diperlukan bagi otak, apalagi sebuah ilmu yang  dibuang jauh-jauh karena dianggap sebagai sebuah produk pendompleng dari keimanan.

Itulah beberapa fakta tentang ilmu agama yang bertentangan dengan Sains. Semuanya adalah pilihan dari masing-masing individu yang mempercayai nya.

Perkembangan Agama Terbesar di Kawasan Asia dan Eropa

Dunia memiliki kepercayaan akan sosok Tuhan sebagai pencipta dari segala sesuatu. Manusia mempercayai akan kekuatan ilahi yang menguasai banyak hal, termasuk keberlangsungan segala hal yang dapat terkontrol dengan begitu teratur hingga saat ini. Pada dasarnya banyak orang menganggap bahwa mereka mempercayai sosok Tuhan yang sama. Namun istilah dan penyebutanlah yang membedakan sosok Allah di mata pada umatnya yang terbagi menjadi aneka macam kepercayaan.

Pada artikel ini akan memfokuskan pembahasan mengenai kepercayaan yang paling banyak berkembang di dua wilayah yang besar dari muka bumi ini, yaitu Asia dan Eropa. Kedua negara ini dipercaya memberi pengaruh yang besar bagi segenap umatnya. Faktor kebudayaan dan perkembangan pola pikir yang didukung akan ilmu pengetahuan serta teknologi juga memberi dampak besar bagi negara di kedua wilayah ini, salah satunya dalam mempercayai akan suatu hal yang diluar nalar atau akal sehat yang dapat diterima secara logika. Maka dari itu terdapat perbedaan kepercayaan serta pengalaman diantara seluruh umat manusia yang beragama.

Pada umumnya banyak kepercayaan yang lebih berkembang di Asia memiliki jumlah yang lebih besar terlebih dahulu dibandingkan kawasan Eropa. Kepercayaan yang dianut di Eropa lebih stabil dan hanya berfokus pada satu jenis. Namun belakangan barulah beberapa kepercayaan yang banyak dianut orang Asia turut menyebar hingga ke daerah Eropa. Banyak dari kepercayaan ini berasal dari satu jenis yang sama, seperti contohnya banyak yang bermula dari kisah sejarah yang sama. Hingga mengenal sosok tokoh yang sama seperti Abraham atau yang juga disebut Ibrahim. Dengan awal yang sama, kepercayaan ini berkembang secara lebih spesifik di jenisnya masing-masing hingga menjadi cukup berbeda dengan aneka kepercayaan yang dianut.

Faktor kebudayaan masyarakat sangat berpengaruh akan pola penyebaran agama-agama tersebut. Ada suatu kepercayaan yang sudah dianut oleh masyarakat di wilayah tertentu. Namun ada juga kepercayaan yang timbul sebagai upaya penyelarasan di antara dua jenis agama yang berkembang secara besar di suatu wilayah, sehingga muncullah akulturasi dari kedua kepercayaan tersebut agar menjadi jawaban yang menyenangkan kedua belah pihak serta menghindari kemungkinan akan terjadinya perselisihan.

Kawasan Asia

Ada berbagai macam agama maupun kepercayaan lokal yang dipercayai oleh orang Asia. Begitu luasnya wilayah Asia serta tingginya tingkat persentase angka pertumbuhan penduduk juga mendorong akan keberagaman dalam agama dan kepercayaan yang dianut. Meskipun umumnya dalam suatu kepercayaan akan mempercayai suatu agama yang sama antara kaum paling tua hingga ke keturunan-keturunannya. Namun perpecahan dapat terjadi dan pemikiran akan kepercayaan yang berbeda dapat menimbulkan akan berubahnya kepercayaan dari sang anak keturunan tersebut.

1. Islam

Kepercayaan ini menduduki posisi yang besar dari jumlah penganutnya. Diawali dari negara Arab sebagai salah satu negara di kawasan Afrika yang berkembang hingga ke seluruh penjuru dunia terhitung di masa kini. Bahkan berbagai agama telah menetapkan agama islam sebagai agama nasional dari negaranya, seperti contohnya negara Malaysia. Agama Islam cukup pesat dalam perkembangan dan penyebarannya, hingga saat ini hampir tidak ada negara yang tidak terluput dari penyebaran agama ini. Agama ini dipercayai oleh pemeluknya sebagai suatu kepercayaan yang diwahyukan oleh Allah kepada seorang nabi yang bernama Muhamad. Maka nabi itu dipercayai oleh segenap pemeluknya sebagai tokoh penting dari kepercayaan ini.

Menurut catatan sejarah, agama ini didirikan pada 610 M. Negara Arab dipercayai sebagai pusat tempat utama dari agama islam ini karena tempat suci yang dimilikinya, yaitu Mekkah. Pengikut dari agama ini disebut sebagai Muslim. Agama ini mempercayai sosok penting dalam kepercayaannya yaitu Muhammad, Allah, Sunnah dan Quran. Kepercayaan ini juga menjadi agama tertua di dunia yang dipercaya ada sejak jaman nabi Ibrahim. Kitab suci dari agama ini disebut AlQuran. Terdapat dua kelompok dari kepercayaan ini yaitu Sunni dan Syiah. 90% pemeluk agama islam terdiri dari kaum Sunni, sedangkan 10% lagi adalah Syiah.

2. Hindu

Agama ini juga menjadi agama yang cukup tua di dunia, dengan hampir seluruh pemeluknya tinggal di Asia Selatan dan India. Bahkan di India itu sendiri hampir 90% penduduknya memeluk agama ini. Kepercayaan ini menjadi agama terbesar ketiga di dunia, dimana pemeluknya banyak yang tinggal di wilayah Asia. Terdapat dua jenis dari kitab suci yang dipercaya, yaitu Upanisad dan yang lebih umum kitab Weda. Pendiri dari agama Hindu hingga saat ini tidak diketahui, dan hal ini membuat kepercayaan ini menjadi suatu hal yang menarik. Perkembangan agama ini juga dapat diteliti sampai waktu yang cukup panjang, yaitu tahun 1500 SM.

3. Buddha

Kepercayaan ini didirikan oleh Siddharta Gautama yang juga dikenal dengan nama Buddha dan sering disebut sebagai “Sang Buddha” pada tahun 600 SM. Sama seperti agama Hindu, kepercayaan ini juga menjadi agama yang mempercayai Dharma. Agama ini sendiri sangat mengajarkan akan hal-hal seputar kehidupan setelah kematian, karma dan proses reinkarnasi. Kitab sucinya disebut Tripitaka yang berarti tiga keranjang. Versi asli dari kitab Tripitaka ditulis dalam bahasa Pali. Agama ini juga terdiri dari beberapa sekte yang berbeda sebagai bagian di dalam agamanya yaitu Mahayana, Vajrayana, dan Hinayana. Para pengikut kepercayaan ini disebut Buddhist. Banyak pengikutnya yang tinggal di daerah Asia mengikuti ajaran Buddhisme Tibet yang menjadi bagian dari Vajrayana. Kepercayaan ini sangat banyak dipercaya oleh orang Asia Timur di berbagai wilayah.

4. Sikhisme

Ajaran ini didirikan oleh sosok Guru Nanak yang berkembang sejak tahun 1469 – 1539 M. Dan kepercayaan ini sendiri banyak dipercayai oleh masyarakat di daerah Punjab yang terletak di negara India. Agama Dharma juga memiliki kesamaan seperti Buddha dan Hindu, dan agama ini menjadi kepercayaan yang banyak dianut terbesar ketiga setelah Hindu dan Buddha di seluruh dunia. Kepercayaan ini dianggap sebagai percampuran antara agama Hindu dan Islam. Para umat dari agama ini disebut sebagai orang Sikh. Kitab suci yang dipercaya adalah Guru Granth Sahib yang ditulis dalam naskah Gurmukhi.

Karakteristik yang unik dari pemeluk agama ini terlihat secara jelas dari begitu banyaknya tokoh laki-lakinya yang biasa untuk menggunakan sorban di kepalanya. Maka sangat terlihat jelaslah bahwa Sikhisme ini menjadi kolaborasi dari agama Islam dan Hindu yang dianut masyarakat India. Gaya berpakaian ini akan umum terlihat bagi banyak orang India yang berbusana lebih tradisional. Agama ini juga dipercaya diwariskan dari tokoh Ibrahim yang terkenal di banyak kepercayaan.

5. Yahudi / Judaisme

Sama seperti Sikhisme, agama ini juga merupakan kepercayaan yang diturunkan dari sosok Ibrahim atau yang dikenal juga dengan nama Abraham kepada banyak keturunannya. Kepercayaan ini banyak mendiami daerah Israel sebagai populasi utama dari penganutnya, dan diikuti oleh Amerika Serikat, yang menjadi pusat perkumpulan banyak orang dari seluruh dunia. Kepercayaan ini mulai didirikan sejak tahun yang cukup lama, yaitu pada 1300 SM. Maka dari itu, agama ini menjadi salah satu agama tertua yang ada di dunia. Pemeluk agama ini berjumlah cukup banyak, yaitu hingga lebih dari 20 juta pengikut di seluruh dunia. Mirip seperti kepercayaan Kristen, agama ini juga pengikutnya terbagi menjadi 3 macam aliran yaitu Konservatif, Ortodoks dan Liberal.

6. Bahá’í / Bahasime / Babis

Agama ini didirikan oleh Mirza Husayn Ali (Bahaullah) pada tahun 1900 masehi. Agama ini dimulai berawal dari Iran pada abad ke-19, dimana Bahaullah mengkhotbahkan kepercayaan mengenai agama tersebut sehingga membuatnya disiksa selama berkali-kali selama ia hidup. Hingga akhirnya Bahaullah meninggal di Palestina di dalam kurungan penjara. Para pengikut dari agama ini dikenal dengan nama Bahai atau Babis. Kitab suci yang dipercayai adalah al-Aqdas. Dan para penganutnya juga mengikuti ajaran dari Ibrahim. Kepercayan ini banyak dipercaya oleh para masyarakat di berbagai negara Timur Tengah, serta beberapa wilayah Asia.

Kawasan Eropa

Jika wilayah Asia memiliki begitu beragam kepercayaan yang dipercayainya, maka hal yang sama tidak terjadi pada kawasan Eropa. Eropa hanya memiliki satu jenis kepercayaan yang berkembang disini yaitu Kristen. Namun kepercayaan Kristen yang dianut bisa berbeda menjadi berbagai aliran hingga disesuaikan menjadi kepercayaan yang ditentukan resmi oleh beberapa negara di Eropa.

Ada sebagian negara yang banyak menganut kepercayaan Kristen Protestan, namun populasi terbesar mungkin dipegang oleh penganut agama Katolik seperti yang dipercayai di kota Roma, Italia serta berbagai negara lain di kawasan Eropa seperti Slovakia. Maka dari itu berikut perkembangan agama paling besar di Eropa hingga saat ini masih dipegang oleh Katolik dan diikuti Kristen beserta aliran Ortodoks. Namun agama islam yang dipercayai kebanyakan orang Asia mengalami peningkatan yang cukup sangat pesat sehingga jumlahnya hampir menjadi populasi terbesar di kawasan Eropa dengan faktor pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi bagi para pemeluknya..

 Kristen

Agama ini dipercaya juga menjadi salah satu agama tertua di dunia. Dengan memiliki sekitar 2,3 miliar pengikut di seluruh muka bumi, yaitu sekitar 32 persen dari seluruh kepercayaan yang dianut di dunia. Populasinya banyak tersebar di kawasan Eropa, Afrika, Amerika dan cukup banyak juga di kawasan Asia. Kawasan Eropa menjadi jumlah penghuni yang bisa dibilang paling besar menganut kepercayaan ini. Nama Kristen itu sendiri disebut dalam bahasa Inggris sebagai Christian yang mengacu pada nama Anak Allah yang dipercayai, yaitu Christ.

Agama ini dianggap sebagai suatu kepercayaan yang didirikan oleh Yesus Kristus sebagai anak Allah yang turun ke bumi. Lalu kemudian ia meninggal di kayu salib untuk menebus umat dosa kaumnya yang percaya dan nanti akan datang kembali ke bumi ini di akhir zaman untuk menghakimi umat manusia. Kepercayaan ini menggunakan kitab suci yang disebut Alkitab, dimana kitab suci ini menceritakan akan dua macam zaman yang terjadi di masa lalu yaitu pada masa Perjanjian Lama sebelum lahirnya sosok Yesus Kristus, dan Perjanjian Baru sejak saat kelahiran Yesus ke bumi ini yang berlangsung di daerah Israel.

Agama ini sendiri terdiri dari tiga jenis komunitas besar yaitu Kristen Ortodoks Timur, Katolik Roma dan Kristen Protestan. Selain ketiga aliran ini, ada juga berbagai aliran lain yang memiliki keberagaman perbedaan diantaranya. Ketiga aliran tersebut juga memiliki keyakinannya masing-masing yang memiliki persamaan dan perbedaan diantaranya, jenis khotbah yang disampaikan, hingga tradisi yang berlangsung bagi umatnya saat merayakan hari raya. Isi kitab suci dari antara Katolik dan umat Kristen Protestan pun mengalami sedikit perbedaan. Pada kitab suci agama Katolik memiliki tambahan bagian dan syair yang tidak tercantum dalam Alkitab yang dipercaya agama Kristen. Agama ini juga menjadi populer di kawasan Eropa berkat sosok Martin Luther dan berbagai jenis tokoh agama hingga sosok pemimpin negara yang banyak berasal dari daerah Eropa di masa lalu.

Ini hanya sebagian kecil contoh kepercayaan besar yang dianut oleh kedua wilayah besar di muka bumi. Tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada beberapa kepercayaan kecil atau adat lokal yang dianut oleh sebagian kecil masyarakatnya, baik itu yang sudah diketahui informasinya maupun masih sangat tertutup. Berikutlah informasi akan kepercayaan di dua daerah ini. Semoga informasi ini membantu ya.